Kamis, 24 Juli 2014

Catatan Ujian Skripsi Rabu, 23 Juli 2014

Sesuatu yang menarik terjadi pada ujian skripsi hari ini. Hmmm.... tapi kalo dibilang menarik juga tidak menarik. Pun tidak menyenangkan untuk diketahui oleh anda, para mahasiswa. Tapi, ya memang harus disampaikan untuk anda sebagai bahan pembelajaran bagi kita semua.

Seperti yang berkali-kali saya dan dosen lain sampaikan, bahwa topik seperti auditor switch (pergantian auditor/KAP), audit delay / timeliness, struktur modal, manajemen laba dan beberapa topik jenuh lainnya adalah TOPIK JENUH.
Hari ini saya menguji dua mahasiswa dari dua dosen pembimbing yang berbeda dan keduanya tidak saling mengenal. Akan tetapi keduanya mengambil topik yang sama persis. Hasilnya. Okelaah... lulus... dengan nilai pas-pasan.
Akan tetapi bukan itu yang ingin saya ceritakan. Karena, hari ini saya juga menguji tiga mahasiswa dari tiga dosen pembimbing yang berbeda dan ketiganya tidak saling mengenal. Akan tetapi ketiganya mengambil topik yang sama persis. Dua dari tiga mahasiswa tersebut menggunakan tujuh variabel yang sama persis. Sedangkan mahasiswa yang satunya lagi menggunakan lima variabel yang terdapat di ketujuh variabel yang digunakan oleh dua mahasiswa sebelumnya.
Apakah mereka lulus, Bu? Dua tidak lulus, satu lulus dengan nilai pas-pasan.
Yang mana yang tidak lulus, Bu? Yang menggunakan tujuh variabel.
Lho?!
Mengapa justru yang menggunakan lima variabel malah lulus?
Jadi begini...
Pada saat mahasiswa pertama ujian, dia mengaku bahwa dia "dibantu" dalam mengolah data. Oke. Tidak ada masalah. Tapi yang ujian 'kan bukan "yang membantu". Yang ujian adalah anda, mahasiswa. Kemudian kami menguji dengan tabulasi datanya. Ternyata, mahasiswa tersebut tidak menguasai tabulasi datanya. Lebih parahnya lagi, data tersebut sudah dimanipulasi oleh "yang membantu". Pada akhirnya dia mengakui bahwa dia "pasrah" dengan "yang membantu". Kami bertanya, di mana dia mengolahkan data dan berapa banyak uang yang dia keluarkan untuk membayar "yang membantu". Tujuh ratus ribu rupiah. Nominal yang sangat mahal untuk sebuah kegagalan.
Kemudian, tiba pada giliran mahasiswa yang kedua mengikuti ujian. Saya hanya bisa tersenyum lebar begitu mengetahui bahwa Bab 4 dan 5 milik mahasiswa tersebut sama persis dengan mahasiswa sebelumnya. Tanpa pikir panjang, kami (para penguji) memutuskan untuk menguji tabulasi data dari mahasiswa tersebut. Hasilnya sama persis dengan mahasiswa sebelumnya. Kami bertanya, di mana dia mengolahkan data, ternyata dia mengolahkan di tempat yang sama dengan mahasiswa sebelumnya. Hanya saja bedanya, dia hanya mengeluarkan uang Rp.300.000,00. Kami selaku penguji hanya bisa tidak meluluskan dia sambil tertawa-tawa. Karena apa? Karena kedua mahasiswa tersebut sudah ditipu mentah-mentah oleh tempat pengolahan data.
Berikutnya, giliran mahasiswa ketiga yang hanya menggunakan lima variabel. Meskipun dengan variabel yang hampir sama dengan kedua mahasiswa sebelumnya, yang membedakan adalah penguasannya dalam menjelaskan tabulasi data dan pengolahan data. Itu sudah cukup menyelamatkannya. Meski dengan nilai pas-pasan. Honesty is always the best policy.
Jadi, bagaimana dengan anda yang sudah terlanjur mengambil topik-topik jenuh? Saran saya, kalau masih bisa diganti, gantilah. Kalau tidak bisa diganti, cukuplah anda puas dengan nilai "pokoke lulus". Jangan berharap mendapatkan nilai A. Nilai "pokoke lulus" itu pun hanya bisa anda dapatkan jika penguasaan anda betul-betul maksimal terhadap skripsi anda.
Sebenarnya masih banyak cerita lagi tentang hari ini. Tapi untuk sementara itu dulu yang bisa saya sampaikan. Jujur, dari hati yang terdalam, saya lebih suka skripsi ditiadakan. Saya lebih memilih seandainya ada mata kuliah magang/apprenticeship bagi mahasiswa. Skripsi mungkin bisa tetap diadakan sebagai mata kuliah pilihan, bagi anda yang bermaksud melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Magang/aapprenticeship lebih cocok bagi anda yang ingin langsung masuk ke dunia kerja. Makanya, pada saat menguji skripsi, saya lebih condong menguji pola pikir, logika, etika dan yang terpenting adalah menguji kejujuran anda.
Jujur.

Tidak ada komentar: